Tanggal 14
Februari merupakan sebuah momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat dunia
pada saat ini. Walhasil, tanggal 14 Februari dianggap sebagai hari kasih sayang
oleh masyarakat dunia pada umumnya baik itu muslim maupun non muslim. Warna
merah jambu, kartu ucapan “BE MY VALENTINE”, memberikan coklat dan bunga, tukar
kado, kencan yang di akhiri dengan bercinta, semua itu merupakan
aktifitas yang terjadi pada saat Valentine’s Day. Dan dengan berbagai
simbol-simbol lainnya.
Bahkan VD sampai keliling dunia. Dalam rangka merayakan Valentine’s Day di Filipina pada tahun 2004, sebanyak 5.112 pasangan melakukan ciuman, pada tahun 2009 di Meksiko Ciuman massal 40.000 pasangan, pada tahun 2009 Amerika Serikat mengadakan Kompetisi ciuman terlama (www.timesofmalta.com), dan pada tahun 2010 AS mengadakan Kontes foto ciuman (PopPhoto.com). AS menjadikan pekan Valentine’s Day sebagai The National Condom Week (Pekan Kondom Nasional)/SAFE SEX, Inggris menjadikan 14 Februari sebagai The National Impotence Day (Hari Impoten Nasional), sementara survei di Thailand pada tahun 2007 menunjukan bahwa 33% dari 1578 gadis belasan tahun siap berhubungan seks bila pacar mereka memintanya.
Bahkan VD sampai keliling dunia. Dalam rangka merayakan Valentine’s Day di Filipina pada tahun 2004, sebanyak 5.112 pasangan melakukan ciuman, pada tahun 2009 di Meksiko Ciuman massal 40.000 pasangan, pada tahun 2009 Amerika Serikat mengadakan Kompetisi ciuman terlama (www.timesofmalta.com), dan pada tahun 2010 AS mengadakan Kontes foto ciuman (PopPhoto.com). AS menjadikan pekan Valentine’s Day sebagai The National Condom Week (Pekan Kondom Nasional)/SAFE SEX, Inggris menjadikan 14 Februari sebagai The National Impotence Day (Hari Impoten Nasional), sementara survei di Thailand pada tahun 2007 menunjukan bahwa 33% dari 1578 gadis belasan tahun siap berhubungan seks bila pacar mereka memintanya.
Nah...bagaimana
di Indonesia???
Penjualan kondom besar-besaran dalam rangka perayaan valentine day, bahkan memberikan kepada konsumennya secara gratis, pernikahan massal 30 pasangan, den berbagai kegiatan lain yang hingga akhirnya melegalkan seks bebas. Tidak heran tingkat aborsi dari tahun ketahunpun semakin meningkat.
Seperti itukah makna kasih sayang ???
Kalau didefinisikan, menurut bahasa “Valentine’s Day” (Bahasa Inggris) berarti kasih sayang, sedangkan menurut istilah “Valentine’s Day” berarti hari yang diasosiasikan dengan para pencinta (pria dan wanita) yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk romantis, sebagai ungkapan rasa cinta atau bisa di sebut sebagai hari percintaan. So, sangat wajar ketika Valentine’s Day dijadikan sebagai ajang untuk melakukan seks bebas. Dengan Valentine’s Day pun mereka menghalalkan seks bebas.
Sejarah Valentine’s Day
Penjualan kondom besar-besaran dalam rangka perayaan valentine day, bahkan memberikan kepada konsumennya secara gratis, pernikahan massal 30 pasangan, den berbagai kegiatan lain yang hingga akhirnya melegalkan seks bebas. Tidak heran tingkat aborsi dari tahun ketahunpun semakin meningkat.
Seperti itukah makna kasih sayang ???
Kalau didefinisikan, menurut bahasa “Valentine’s Day” (Bahasa Inggris) berarti kasih sayang, sedangkan menurut istilah “Valentine’s Day” berarti hari yang diasosiasikan dengan para pencinta (pria dan wanita) yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk romantis, sebagai ungkapan rasa cinta atau bisa di sebut sebagai hari percintaan. So, sangat wajar ketika Valentine’s Day dijadikan sebagai ajang untuk melakukan seks bebas. Dengan Valentine’s Day pun mereka menghalalkan seks bebas.
Sejarah Valentine’s Day
Tanggal
13-18 Februari merupakan hari dimana orang-orang Romawi melakukan Perayaan
Lupercalia, sementara pada tanggal 13-14 Februari mereka (orang-orang Romawi)
mengkhususkannya sebagai hari untuk persembahan kepada Dewi Cinta dan Juno
Februata. Walhasil, Lupercalia dianggap sebagai dewa kesuburan, yang berkaki
kambing dan berkepala kambing yang dianggap sebagai lambang kesuburan
(reproduksi) atau lambang seks.
Lupercalia
juga diyakini oleh orang-orang Romawi sebagai nama lain dari Dewa Pan (Namrudz)
yang menikahi Dewi Aphrodite yang melahirkan anak rupawan yang dinamakan Eros
(Cupid) yang dianggap sebagai dewa cinta yang selalu membawa panah cinta. Dan
diceritakan bahwasanya Eros (Cupid) menggauli ibunya sendiri yakni Dewi
Aphrodite karena ibunya sendiri tertarik dengan ketampanan yang dimiliki oleh
Eros (Cupid).
Pada hari itu, para pemuda mengundi nama gadis secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk bersenang-senang dan objek hiburan.
Karena tidak bisa menghilangkan tradisi berhala Romawi dalam umat Kristen maka, Paus Gelasius menetapkan bahwasanya tanggal 14 Februari merupakan hari raya Nasrani pada tahun 496M.
Pada hari itu, para pemuda mengundi nama gadis secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk bersenang-senang dan objek hiburan.
Karena tidak bisa menghilangkan tradisi berhala Romawi dalam umat Kristen maka, Paus Gelasius menetapkan bahwasanya tanggal 14 Februari merupakan hari raya Nasrani pada tahun 496M.
Padahal
Rasulullah SAW telah melarang untuk bertasyabbuh bil kuffar (menyerupai
orang-orang kafir pada suatu yang menjadi ciri khas kekafiran mereka).
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ
تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُم
“Barangsiapa
menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.”
(HR. Abu
Dawud, Ahmad dan dishahihkan Ibnu Hibban. Ibnu Taimiyah menyebutkannya dalam
kitabnya Al-Iqtidha’ dan Fatwanya. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih
al-Jami’ no. 2831 dan 6149)
Syaikhul
Islam berkata, “Hadits ini –yang paling ringan- menuntut pengharaman tasyabbuh
(menyerupai) mereka, walaupun zahirnya mengkafirkan orang yang menyerupai
mereka seperti dalam firman Allah Ta’ala:
ÈÊÎÇ... 3 BÏ]÷kåNö ùs*ÎR¯mç¼ BiÏZ3äNö tGtqu;°lçN ruBt`... 4
“Siapa di antara kamu yang berloyal kepada mereka, maka sungguh ia bagian dari mereka.” (QS. Al-Maidah: 51).” (Al-Iqtidha’: 1/237)
Imam al-Shan’ani rahimahullaah berkata, “Apabila menyerupai orang kafir dalam berpakaian dan meyakini supaya seperti mereka dengan pakaian tersebut, ia telah kafir. Jika tidak meyakini (seperti itu), terjadi khilaf di antara fuqaha’ di dalamnya:
ÈÊÎÇ... 3 BÏ]÷kåNö ùs*ÎR¯mç¼ BiÏZ3äNö tGtqu;°lçN ruBt`... 4
“Siapa di antara kamu yang berloyal kepada mereka, maka sungguh ia bagian dari mereka.” (QS. Al-Maidah: 51).” (Al-Iqtidha’: 1/237)
Imam al-Shan’ani rahimahullaah berkata, “Apabila menyerupai orang kafir dalam berpakaian dan meyakini supaya seperti mereka dengan pakaian tersebut, ia telah kafir. Jika tidak meyakini (seperti itu), terjadi khilaf di antara fuqaha’ di dalamnya:
“Di antara
mereka ada yang berkata menjadi kafir, sesuai dengan zahir hadits; Dan di
antara yang lain mereka berkata, tidak kafir tapi harus diberi sanksi
peringatan.”
(Lihat:
Subulus salam tentang syarah hadits tesebut)
Ibnu Taimiyah rahimahullaah menyebutkan:
Ibnu Taimiyah rahimahullaah menyebutkan:
“Bahwa
menyerupai orang-orang kafir merupakan salah satu sebab utama hilangnya
(asingnya syi’ar) agama dan syariat Allah, dan munculnya kekafiran dan
kemaksiatan. Sebagaimana melestarikan sunnah dan syariat para nabi menjadi
pokok utama setiap kebaikan”. (Lihat: Al-Iqtidha’: 1/314)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:
“Menyerupai (mereka) akan menunbuhkan kasih sayang, kecintaan, dan pembelaan dalam batin. Sebagaimana kecintaan dalam batin akan melahirkan musyabahah (ingin menyerupai) secara zahir.”
Beliau berkata lagi dalam menjelaskan ayat di atas:
“Maka Dia Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan, tidak akan didapati seorang mukmin mencintai orang kafir. Maka siapa yang mencintai orang kafir, dia bukan seorang mukmin. Dan penyerupaan zahir akan menumbuhkan kecintaan, karenanya diharamkan.”
Padahal Rasulullah SAW telah bersabda:
“Hari raya dalam Islam hanya dua yaitu hari raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri”.
(HR. Ahmad)
Namun sangat disayangkan banyak kaum muslimin yang di penjuru dunia yang menyerupai orang kafir dalam kemaksiatan itu. Mereka merubah nuansa Idul Fitri dan Idul Adha sebagai musim ketaatan dan syukur menjadi musim bermaksiat dan kufur nikmat, yaitu dengan mengisi malam-malamnya dengan musik-musik, nyanyir-nyanyi, mabuk-mabukan, pesta yang bercampur laki-laki dan perempuan, dan bentuk pelanggaran-pelanggaran lainnya. Semua ini disebabkan mereka meniru cara orang kafir dalam merayakan hari besar mereka yang diisi dengan menuruti syahwat dan maksiat.
Semoga Allah membimbing kita kepada kondisi yang lebih diridhai-Nya, tidak menyimpang dari aturan Islam dan tidak bertasyabbuh dengan kaum kafir dalam acara-acara mereka.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata:
“Menyerupai (mereka) akan menunbuhkan kasih sayang, kecintaan, dan pembelaan dalam batin. Sebagaimana kecintaan dalam batin akan melahirkan musyabahah (ingin menyerupai) secara zahir.”
Beliau berkata lagi dalam menjelaskan ayat di atas:
“Maka Dia Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan, tidak akan didapati seorang mukmin mencintai orang kafir. Maka siapa yang mencintai orang kafir, dia bukan seorang mukmin. Dan penyerupaan zahir akan menumbuhkan kecintaan, karenanya diharamkan.”
Padahal Rasulullah SAW telah bersabda:
“Hari raya dalam Islam hanya dua yaitu hari raya Idul Adha dan Hari Raya Idul Fitri”.
(HR. Ahmad)
Namun sangat disayangkan banyak kaum muslimin yang di penjuru dunia yang menyerupai orang kafir dalam kemaksiatan itu. Mereka merubah nuansa Idul Fitri dan Idul Adha sebagai musim ketaatan dan syukur menjadi musim bermaksiat dan kufur nikmat, yaitu dengan mengisi malam-malamnya dengan musik-musik, nyanyir-nyanyi, mabuk-mabukan, pesta yang bercampur laki-laki dan perempuan, dan bentuk pelanggaran-pelanggaran lainnya. Semua ini disebabkan mereka meniru cara orang kafir dalam merayakan hari besar mereka yang diisi dengan menuruti syahwat dan maksiat.
Semoga Allah membimbing kita kepada kondisi yang lebih diridhai-Nya, tidak menyimpang dari aturan Islam dan tidak bertasyabbuh dengan kaum kafir dalam acara-acara mereka.
Semoga bisa
bermanfaat dan senantiasa diberikan hidayah olehNya.
Amin ya
Rabbal’alamin...
Wallahua’lam Bishawab...
Wallahua’lam Bishawab...
Nb: di ambil
dari berbagai sumber.
By
NR



