Kamis, 28 Desember 2017

***CafetaIslamRia***48***

Beras miskin: walaupun berulat banyak, tapi harus tetap bersyukur

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Ehmmmm..sangat memilukan hati...
Bantuan dari pemerintah yang ingin menolong masyarakatnya agar tidak terjadi kelaparan,
Dengan memberikan beras miskin yang ternyata memiliki banyak ulat di dalamnya dan berbau tidak enak,
Maka, masyarakat yang memang merasa sangat butuh, mau tidak mau harus memakannya,
Entah, gizinya masih ada atau sudah berkurang, atau mungkin sudah tidak ada lagi dan tidak layak untuk di konsumsi.

Ukhtyfillah rahimakumullah,,,
Sebenarnya ini kurang kontrol dari pihak pemerintah atau memang sengaja beras miskin yang berulat dan berbau tidak enak ini diprogramkan khusus untuk masyarakat Indonesia pada umumnya khususnya di Sape.
Jika memang kurang kontrol, maka di harapkan kepada pihak pemerintah pusat, daerah, dan desa yang terlibat secara langsung terkait pemberian beras miskin yang konon katanya untuk masyarakat yang tidak mampu, untuk bisa melihat kembali/ meratifikasi beras miskin, sehingga mungkin keinginan dari pemerintah yang ingin menolong masyarakatnya untuk memberikan gizi demi terwujudnya masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Namun, jika ini adalah program khusus yang hingga akhirnya beras tersebut tidak perlu di kontrol, maka perlu di pertanyakan, bagaimana program pemerintah untuk bisa memberikan kesehatan dan kesejahteraan terhadap masyarakatnya.
Dan hal ini adalah suatu sikap pemerintah yang tidak memiliki peri-kemanusiaan, sehingga masyarakat yang tidak mampu di buat sakit dengan pemberian beras miskin yang berulat dan berbau tidak enak.

Allah SWT. berfirman: artinya:
“dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, Jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali” (QS.Al-Baqarah/2:126)

juga:
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, ‎pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan ‎bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa ‎mereka disebabkan perbuatannya” (QS. Al-A’râf/7: 96).‎

Dari ayat di atas maka dapat disimpulkan, bahwa negara memiliki kewajiban penuh untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat hingga ia wajib untuk mengontrol berbagai instansi pemerintahan.

Dan selayaknya seorang kepala negara/ daerah/desa mengembalikan segala urusannya terhadap hukum Allah dan RasulNya yang mengakibatkan masyarakat-pun mengikutinya sehingga turunlah rahmat dari Sang Khalik.

Juga firmanNya, artinya:
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Tentunya Ulil Amri yang dimaksud disini adalah yang menembalikan segala urusannya terhadap hukum Allah dan RasulNya.

Jika kebijakannya tidak sesuai dengan hukum Allah dan RasulNya maka janganlah mengikutinya/ mematuhinya.
Rasulullah saw. bersabda yang intinya: “ikutilah Allah dan RasulNya, maka anda akan menjadi orang yang menang”. (HR.MUSLIM).

Semoga CafetaIslamRia bermanfaat dan menjadi pintu hidayah serta para penguasa senantiasa diberikan hidayah olehNya hingga masyarakat bisa mendapatkan beras miskin yang tidak berulat dan berbau untuk menjadi makanan yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia khususnya Sape.

Amin ya Rabb..

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Wallahua’lam bishawab.

By
NR

Rabu, 27 Desember 2017

***CafetaIslamRia***47***




STM itu sama dengan ATM

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...
Semoga semuanya selalu dalam lindunganNya...

Btw, bicara tentang teknologi saat inI yang semakin berkembang dan maju,,,
Bagaimana tidak, jika kita melihat era jaman doelou,,,
Untuk dapat berkomunikasi jarak jauh harus dengan surat-menyurat,
Namun, dengan seiring berjalannya waktu, maka alat komunikasinya terus berubah hingga jaman now, saat ini yang dipakai adalah Hand Phone (HP),
Jika ada anak gaul maka mereka biasa menyebutnya dengan eits pi (karena H dalam b. Inggris dibaca “eits”, dan P di baca “Pi”), hehe,

Ada lagi nih,,,
Alat untuk menyimpan/ menabung dan mentransfer uang,
Lo jaman doelou nih,,,
Yang di pake bambu, ada juga yang biasa nabung di bawah bantal, bahkan dibawah tanah,,,
Jadi, uangnya dikubur di bawah tanah,,,hehe,

Nah, loh jaman now,,, uangnya tuh di simpan di STM.

Pasti tidak ada yang tahu STM itu apa...?
Jadi, ada cerita,,,
Ada ibu-ibu lagi ngebahas sesuatu, akhirlahnya keluarlah celetukan,
“keluarin aja uangnya pakai STM”,
Ibu yang satunya bingung, tapi pada akhirnya ngomong juga sama temannya itu,
“ATM,,,bukan STM, kalo STM itu kepanjangan dari Sekolah Tinggi...”, hehe.
Sambil tertawa terbahak-bahak...

MasyaAllah...Subhanallah...lucu ya, bahasa jaman sekarang, hehe,
Tapi jika kita kaitkan dengan firman Allah SWT. maka semua ini tidak terlepas dari luasnya ilmuNya, artinya:
“...Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi[161] Allah meliputi langit dan bumi...”. (TQS. Al Baqarah {2}: 255)
[161]. Kursi dalam ayat ini oleh sebagian mufassirin diartikan dengan ilmu Allah dan ada pula yang mengartikan dengan kekuasaan-Nya.

Semoga CafetaIsamRia bisa bermanfaat dan menjadi pintu hidayah,
amin ya Rabb...

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Wallahua’lambishawab.

By
NR

Selasa, 26 Desember 2017

***CafetaIslamRia***46***

Mendoakan teman yang berbeda agama: boleh...???

Assalamua’laikum warahmatullahi wabarakaatuh...
Ukhtyfillahrahimakumullah..
semoga semuanya senantiasa dalam lindunganNya,,,
Dalam era globalisasi ini...
Kita memiliki banyak teman entah ia muslim atau non muslim,
Dan bagi yang tidak memiliki teman, sudah tidak jamannya kali ya,,,hehe,
Wah,,saking baiknya nih,,saman teman-temannya, terus-menerus ia doakan,
Tidak peduli apakah ia muslim atau non muslim,,,

Wah,,ukhtyfillahrahimakumullah...
Pernahkah kita membaca firman Allah SWT, artinya:

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam”.
(TQS. At Taubah {9}: 113).

Juga firmanNya, artinya:
Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun”.  ((TQS. At Taubah {9}: 113)

Semoga CafetaIslamRia bermanfaat dan menjadi pintu hidayah,
Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan hidayah hingga kita tidak tersesat di dalam jalan yang lurus,
amin ya Rabb...

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Wallahua’lambishawab.

By
NR

Kamis, 21 Desember 2017





Sesungguhnya perintah menutup aurat adalah bukti cinta dan kasih sayang allah kepada seluruh muslimah di dunia.
(https://www.instagram.com/. rahmimamaci. Mamachi hijab communitv)

Juga merupakan cinta seorang hamba terhadap Sang Khaliq hingga ia mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. 

Semoga kita semua menjadi hamba yang sami'na wa atho'na terhadapNya, 
amin ya Rabb...

By
NR

Stop Membebek !!! Valentine Day, Bukan Hari Raya Islam & Bukan Pula Budaya Islam

Tanggal 14 Februari merupakan sebuah momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat dunia pada saat ini. Walhasil, tanggal 14 Februar...