Kamis, 25 Januari 2018

***CafetaIslamRia***56***



ujian: Proses Untuk Mendapatkan Yang Terbaik Darinya Hingga Merasakan Berbagai Nikmatnya Yang Tidak Pernah Terbesit Di Dalam Pikiran Umat Manusia Sebelumnya.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Para pembaca CafetaIslamRia yang InsyaAllah di rahmati Allahh SWT.
Jika kita melihat berbagai ujianNya,
Maka sebagian orang mengatakan ia sangat berat dan bahkan tidak sanggup di jalani,
Hingga membuatnya untuk menyikapi ujian tersebut dengan melanggar hukum Islam/ syara’.

Para pembaca sekalian,
Mari kita ambil contoh yang sangat sering dilakukan oleh umat saat ini,
Yakni keinginan dari pasutri yang ingin memiliki anak dalam waktu yang cepat, ingin cepat sembuh dari penyakitnya, ingin sukses, ingin cepat kaya, ingin cepat nikah, dll. Hingga akhirnya membuat ia untuk pergi ke dukun, atau melakukan ritual yang membuat ia menduakan Allah SWT.

Tapi, sebagian kecil masyarakat memilih untuk bersikap sabar dan menyikapinya sesuai dengan hukum syara’.
Hingga membuat pasutri memilih jalan untuk meminum habbatusauda,
karena menurut informasi yang di dapatkan dari berbagai sumber yang dipercayai yakni orang-orang yang paham agama,
Ternyata, habbatusauda bisa mengobati segala macam penyakit, termasuk susah punya anak/ lemah syahwat.
Rasulullah saw. bersabda; artinya:
“Habbatussauda adalah obat segala macam penyakit kecuali mati”. (HR. Muslim).
 Dan benar, fakta membuktikan bahwa habbatussauda bisa menyuburkan kandungan, bisa mengobati luka karena melahirkan, dan atau berbagai penyakit yang lain.

Kalau tidak percaya, silakan mencoba sendiri dengan mengkonsumsi habbatusauda, karena ia aman untuk di konsumsi oleh siapapun termasuk orang yang sehat (akan menjadi tambah sehat/ tidak memiliki efek samping).

Para pembaca, CafetaIslamRia tidak promosi Habbatusauda lho,
Akan tetapi cuman menyampaikan apa menjadi sunnah RasulNya.

Ada lagi, obat yang paling ampuh untuk mengobati segala macam penyakit, yaitu;
Senantiasa mendekatkan diri kepadaNya yakni melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, termasuk menjalankan berbagai sunnah RasulNya.

Lalu, pernahkah kita berpikir bahwa betapa besarnya nikmat yang kita dapatkan,
Jika menyikapi ujian sesuai dengan hukum syara’?
Allah SWT. berfirman di dalam hadist qudsinya:

artinya:

“Aku telah menyiapkan bagi hamba-Ku yang saleh sesuatu yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak pernah terbesit dalam benak seseorang.”

(sumber: http://www.khazanahalquran.com/surga-dalam-al-quran-bag-1-2.html)

Juga firmannya:

Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.”
(Al-Baqarah 25)

Tahukah kita bahwa ketika Allah SWT. memberikan ujian kepada hamba-hambaNya,
Maka Allah SWT. sebenarnya hendak memberikan yang terbaik untuk kita yaitu nikmat yang tidak pernah kita rasakan sebelumnya dan tidak pernah terbesit di dalam pikiran kita sebelumnya,
Sehingga jemputlah ia dengan sikap sami’na wa atho’na terhadapNya, dengan senantiasa mendekatkan diri kepadaNya, maka Allah akan selalu menjaga hamba-hambaNya hingga ia tidak akan tersesat di dalam jalan yang lurus.

Para pembaca CafetaIslamRia, Allah SWT. tidak pernah menguji hamba-hambaNya di luar batas kemampuannya.
Maka yakinilah bahwa sesungguhnya Allah akan memberikan yang terbaik/ pertolongan bagi orang-orang yang yakin.

Semoga CafetaIslamRia bermanfaat dan menjadi pintu hidayah, serta kita-pun menjadi orang-orang yang yakin sebagaimana yang dikatakan di dalam firmanNya.
amin ya Rabb...

Wassalam.
Wallahua’lambishawab.

By
NR

Kamis, 18 Januari 2018

***CafetaIslamRia***55***

Pejuang Sejati: Lebih Ikhlas, Lebih Sabar, dan Lebih Berani

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Saudara/i-ku yag insyaAllah di rahmati Allah SWT, semoga kita semua senantiasa dalam lindunganNya,
Amin ya Rabb...

Dakwah adalah kewajiban bagi seluruh kaum muslimin,
Entah, laki-laki atau-pun perempuan.
Namun, orang-orang jaman now, agak-agak gimana gitu dengan kata “dakwah”,
Sehingga hanya mengenal istilah saling menasehati,
Nah, inilah kata lain dari dakwah.
Berbicara tentang pengemban dakwah atau orang yang selalu menasehati, menyeru umat kepada kebajikan (kebaikan), menyuruh kepada yang ma’ruf (segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah), dan mencegah yang mungkar (segala perbuatan yang menjauhkan diri padaNya), (Lihat: TQS. Ali Imran {3}: 104).
Maka ia tidak akan selamanya bisa bertahan tanpa memiliki kedekatan terhadapNya.

Jika kita melihat pada jaman now dan pada jaman doloe ada pengemban dakwah yang;
 Tidak lagi menasehati umat,
 Tidak lagi menyeru kepada yang makruf,
Tidak lagi mengajak pada kebajikan,
Tidak lagi mencegah kemungkaran,

Maka, ia telah tersaring di dalam perjuangannya untuk menegakkan din-Nya.
Lalu apa yang menjadi permasalahan, hingga para pengemban dakwah tidak lagi bertahan dengan perjuanganNya ???
Jawabannya adalah;
1.       Niat.
Melaksanakan berbagai aktifitas hanya karenaNya dan untukNya.
Azamkan jiwa untuk senantiasa melaksanakan semua kewajiban, menjauhi segala laranganNya, dan melaksanakan semua sunnah RasulNya, karena Rasulullah Saw. pernah bersabda di dalam suatu riwayat, artinya: “laksanakanlah ibadah sunnah seakan-akan hukumnya wajib”,

Rasulullah saw. bersabda: artinya:
“Sesungguhnya segala amal tergantung niat”. (HR. MUSLIM)
 
2.       Do’a.
Rasulullah saw. pernah bersabda di dalam suatu riwayat, artinya; “Allah akan memurkai orang yang tidak berdo’a”.

Rasulullah saw. biasa memanjatkan doa:
“ya Allah, bantu agar tubuh ini berdzikir kepada Engkau, bersyukur kepada Engkau, dan bertaqarrub keada Engkau”. (HR. Muslim).

3.       Usaha.
Pada saat kita melangkahkan kaki untuk menjalankan niat kita, maka sebenarnya saat itu juga Allah SWT. telah membantu umat manusia untuk menjalankan semua niatnya.

Jadi, jika pengemban dakwah tidak memiliki 3 poin di atas, maka ia tidak mungkin bisa bertahan di dalam perjuangannya untuk menegakkan Din-Nya di muka bumi ini hingga berpengaruh pada kedekatannya terhadapNya.

Sehingga milikilah 3 poin di atas, agar anda tetap bisa bertahan untuk menjadi mukmin (Lihat; QS. Al Anfal {8}: 2-4), pejuang yang lebih ikhlas, lebih sabar, dan lebih berani yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang soleh-solehah dan atau para ulama sebagaimana firmanNya:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ...
Artinya:
“Sesungguhnya hanyalah para ulama yang memiliki khasyyah (takut) kepada Allah.” (TQS. Fathir: 28).

Ath-Thabari berkata, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah, menjaga diri dari adzab dengan menjalankan ketaatan kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu. Mereka mengetahui bahwa Allah Maha Mampu melakukan segala sesuatu, maka mereka menghindar dari kemaksiatan yang akan menyebabkan murka dan adzab Allah…” (Lihat Tafsir Ath-Thabari QS Fathir; ayat: 28).

Rasulullullah saw. bersabda, artinya:
“...Orang yang berilmu adalah orang yang mengamalkan alquran dan As Sunnah...”.(HR. MUSLIM)

Seorang pengemban dakwah akan terus hidup sampai kapanpun,
Seorang pengemban dakwah akan terus berbicara sampai kapanpun,
Seorang pengemban dakwah akan terus berjalan sampai kapanpun,
Seorang pengemban dakwah akan terus menulis sampai kapanpun,

Pengemban dakwah akan terus berjuang sampai kapanpun,
Pegemban dakwah akan menjadi pejuang sampai kapanpun,
Pengemban dakwah tidak akan pernah mati sampai kapanpun,
Pengemban dakwah akan selalu menerima kebenaran yang datang dari Allah dan RasulNya sampai kapanpun.

Begitu pula dengan keyakinan kita terhadap ideologi/ mabda islam dengan berbagai kisah dan janji Allah dan RasulNya tentang Khilafah di dalam Al quran dan Al hadist.
Allah SWT. berfirman; artinya:
Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja[863]”. (TQS. Al Isra {17}: 76)

[863]. Maksudnya: kalau sampai terjadi Nabi Muhammad s.a.w. diusir, oleh penduduk Mekah, niscaya mereka tidak akan lama hidup di dunia, dan Allah segera akan membinasakan mereka. Hijrah Nabi Muhammad s.a.w. ke Madinah bukan karena pengusiran kaum Quraisy, melainkan semata-mata karena perintah Allah.

Rasulullah Saw. bersabda:
“...tsumma takuunu khilafatan ‘ala min hajinubuwah...”(akan ada khilafah yang mengikuti metode kenabian). (HR. Ahmad)

Sama halnya dengan janji Rasulullah di dalam sabdanya: artinya;
“Salah satu kaum muslimin yang bernama ayub, bertanya kepada Rasulullah; ”Wahai Rasululllah, kota manakah yang terlebih dahulu di taklukkan, apakah Romawi atau Konstantinopel?”, Jawabnya; ”Konstantinopel”...). (HR. MUSLIM)

Maka Sultan Muhammad Al Fatih II, berhasil menaklukkan Konstantinopel bersama pasukannya.  

Inilah bukti kebenaran janji Allah dan RasulNya.

Semoga CafetaIslamRia bermanfaat dan menjadi pintu hidayah agar kita semua tidak tersesat di dalam jalan yang lurus.

Amin ya Rabb...
Wassalam.
Wallahua’lambishawab.

By
NR

Rabu, 17 Januari 2018

***CafetaIslamRia***54***



Sabar; Antara Harapan dan Kenyataan.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Semoga kita semua selalu dalam lindunganNya,
Amin ya Rabb...

Ada  kisah-kisah pada saat di RSU,
Ada beberapa bidan dan pasiaennya, sebelumnya bidan tersebutt sangat sibuk dengan pasiennya yang lain.
Ketika ia sedang menjelaskan berbagai teori medisnya, maka tiba-tiba datanglah seorang pasien  bersama keluarganya,
Keluarganya mendesak pada bidan untuk menyediakannya kamar, akan tetapi pada saat itu tidak ada kamar yang kosong,
Hal ini membuat keluarga pasien menjadi marah dan mengeluarkan celetukan yang membuat salah seorang bidan ingin marah, tapi Alhamdulillahnya bidan tersebut tidak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh keluarga pasien.
Dan redalah keinginan bidan tersebut untuk marah.

Dalam kisah kedua,
Ada pasien yang ingin keluar dari RS, namun salah satu anggota keluarganya tidak setuju, hingga kondisi RSU sangat ricuh.
Laki-laki tersebut tersebut terus memegang tangan pasien yang sedang di infus dan membawanya hingga kelantai ke II, para Anngota keluarga pasien yang lain-pun keluar dari ruangannya masing-masing dan mengerumiti mereka.
Namun pada akhirnya laki-laki tersebut berhasil untuk mengembalikan si pasien keruangannya.

Dalam kisah ketiga,
Ada seorang Pasutri yang sangat ingin memiliki anak,
Mereka  telah bertahun-tahun menikah, akan tetapi belum juga dikaruniai seorang anak.
Ketika-pun istrinya hamil, selalu saja keguguran dan ini terus berulang 2x berturut-turut.
Pada kehamilan ke tiga, Allah SWT. memberikan nikmat yang dan mewujudkan keinginan mereka untuk memiliki seorang anak.
Pasutri tersebut kini telah memiliki seorang putera walaupun memang istrinya harus melakukan operasi untuk dapat melahirkan puteranya, dan ia-pun begitu cepat untuk bisa siuman dan menggerakkan tubuhnya.

Dari kisah-kisah di atas, maka CafetaIslamRia mengambil kesimpulan bahwasanya kesabaran seorang hamba akan membuat Allah SWT. memberikan kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bahkan tidak pernah terbesit didalam pikirannya.
Sebaliknya jika kita tidak bersabar maka kerusakanlah yang terjadi.
Dengan demikian semoga kita semua dapat memiliki sikap sabar hingga kita dapat menikmati kenikmatannya sebagaimana kenikmatan yang di dapatkan oleh orang-orang yag berada di dalam kisah-kisah diatas.  

Begitu pula dengan para ibu dan keluarga yang lain, yang telah kehilangan bayi-bayi dan keluarga mereka.
Allah SWT. berfirman:
.إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ...
artinya:
” Sesungguhnya Allah bersama dengan orang yang sabar”. (TQS. Al Baqarah {2}: 153).
Juga firman Allah:
وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Allah menyukai orang-orang yang sabar“. (Ali Imran {3}: 146).

Semoga bisa bermanfaat dan menjadi pintu hidayah,
Amin ya Rabb...

Wassalam.
Wallahua’lambishawab.

By
NR

Rabu, 10 Januari 2018

***CafetaIslamRia***53***

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Miliki niat untuk menjadi hamba yang taat terhadap Allah RasulNya.

Yuk, azamkan jiwa untuk menjadi hamba yang taat terhadap Allah dan RasulNya (sami’na wa atho’na) dengan memiliki niat 100% sbb:

Miliki niat untuk melaksanakan Wajib sholat 5 waktu,
Miliki niat untuk melaksanakan wajib sholat sunnah,
Miliki niat untuk melaksanakan wajib puasa di bulan ramadhan,
Miliki niat untuk melaksanakan wajib puasa sunnah,
Miliki niat untuk wajib membaca al quran setiap hari,
Miliki niat untuk melaksanakan wajib melaksanakan berbagai kewajiban lain,
Miliki niat untuk melaksanakan wajib melaksanakan berbagai sunnah RasulNya,
Maka Allah SWT. akan membantu anda untuk mewujudkannya,

Rasululullah saw. bersabda:
innamal a’mal binniat, (Sesungguhnya segala amal tergantung niat). (HR. MUSLIM)

Dan Allah pun juga akan membantu kita untuk dapat mempercayai, meyakini, dan memperjuangkan Khilafah, karena mungkin ada beberapa di antara kita yang tidak percaya dengan kedatangan dan sejarah khilafah.
Karena Khilafah ada di dalam Al quran an As sunnah.

Allah SWT. berfirman; artinya:
“Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja[863]”.

[863]. Maksudnya: kalau sampai terjadi Nabi Muhammad s.a.w. diusir, oleh penduduk Mekah, niscaya mereka tidak akan lama hidup di dunia, dan Allah segera akan membinasakan mereka. Hijrah Nabi Muhammad s.a.w. ke Madinah bukan karena pengusiran kaum Quraisy, melainkan semata-mata karena perintah Allah.

Rasulullah Saw. bersabda:
“...tsumma takuunu khilafatan ‘ala min hajinubuwah...”(akan ada khilafah yang mengikuti metode kenabian). (HR. Ahmad)

Lalu pernahkah Allah dan RasulNya berbohong dengan janjinya?
Lalu kenapa kita ragu dengan Al quran dan Al hadist?

Semoga Allah SWT. senantiasa memberikan hidayah kepada kita semua hingga tidak tersesat di dalam jalan yang lurus,
Dan CafetaIslamRia bisa bermanfaat dan menjadi pintu hidayah dan senantiasa dalam lindunganNya serta senantiasa mendapatkan yang terbaik dariNya, amin ya Rabb...

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Wallahua’lambishawab.

By
NR

Selasa, 09 Januari 2018

***CafetaIslamRia***52***

Hijrah karenaNya

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,,,
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal afiat dan diberikan kesehatan yang barokah bagi yang sakit,
amin ya Rabb...

Berbicara tentang hijrah,
Banyak sekali orang yang berhijrah dengan berbagai alasan;

Ada yang karena punya masalah dirumah, karena lingkungan yang tidak bagus, dan karena Allah SWT.

Akan tetapi CafetaIslamRia kali ini membahas tentang hijrah karenaNya,

Ternyata, Allah SWT. berfirman; artinya:
“Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman):

"Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain[259]. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik". (TQS. Ali Imran {3}: 195

[259]. Maksudnya sebagaimana laki-laki berasal dari laki-laki dan perempuan, maka demikian pula halnya perempuan berasal dari laki-laki dan perempuan. Kedua-duanya sama-sama manusia, tak ada kelebihan yang satu dari yang lain tentang penilaian iman dan amalnya.

La tahzan dengan saudara/i-ku yang berhijrah karenaNya, yang disakiti, diperangi dan di bunuh hanya karena memperjuangkan Al quran dan As sunnah, ijma sahabat,
Karena Allah menyediakan pahala dan surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya.

Semoga kita termasuk kedalam golongan yang digambarkan olehNya di dalam Q.S. Ali Imran {3}: 195.
Semoga CafetaIslamRia bermanfaat dan menjadi pintu hidayah,
Amin ya Rabb...

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Wallahua’lambishawab.

By
NR


Kamis, 04 Januari 2018

***CafetaISlamRia***51***




Ditemukan Jasad Abbas Ra. (Paman Rasulullah) Di Madinah Dalam Keadaan Utuh Dan Mengeluarkan Darah Segar
 



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Semoga semuanya dalam keadaan sehat,
Berbicara tentang sejarah, maka sebenarnya adalah sesuatu hal yang sangat penting untuk diketahui oleh umat manusia,
Karena ia adalah kisah/ peristiwa yang bisa dijadikan pedoman kehidupan untuk melanjutkan kembali kehidupan umat manusia.

Namun, jika kita berbicara sejarah tanpa bersumber dari Al quran dan As Sunnah maka kita tidak pernah tahu,mana sejarah yang sesungguhnya,
Karena sejarah tanpa Al quran dan As Sunnah akan ada banyak peristiwa yang terpotong hingga tidak bisa menyambung sejarah dan menemukan peristiwa yang sesungguhnya yang terjadi di bumi yang dihuni oleh umat manusia dan berbagai makhluk hidup dan benda lainnya.
Mari kita melihat kisah dari Abbas ra. yakni paman Rasulullah Saw. yang meninggal pada saat perang uhud,

Ternyata hingga saat ini mayat beliau masih utuh dan mengeluarkan darah segar di dalam jiwanya,
MasyaAllah...Subhanallah...
Dan ini merupakan cerita dari salah satu channel TV @khyar, yang berkunjung langsung di lokasi, dengan pemandu/pemateri ustadz Adi Hidayat, Lc. MA.
Tempat berlangsungnya perang uhud digunung Uhud yang berada di Madinah.

Allah SWT. berfirman, artinya:
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[248] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki”. (TQS. Ali Imran {3}: 169)
[248]. Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana keadaan hidup itu.

Semoga CafetaIslamRia bermanfaat dan menjadi pintu hidayah hingga kita bisa langsung menerapkan surah-surah dan ayat-ayatNya serta Sunnah-sunnah RasulNya untuk menjadi seorang mukmin atau hamba yang sami’na wa atho’na,
Amin ya Rabb...

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Wallahua’lambishawab.

By
NR

Stop Membebek !!! Valentine Day, Bukan Hari Raya Islam & Bukan Pula Budaya Islam

Tanggal 14 Februari merupakan sebuah momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat dunia pada saat ini. Walhasil, tanggal 14 Februar...