Kamis, 18 Januari 2018

***CafetaIslamRia***55***

Pejuang Sejati: Lebih Ikhlas, Lebih Sabar, dan Lebih Berani

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,

Saudara/i-ku yag insyaAllah di rahmati Allah SWT, semoga kita semua senantiasa dalam lindunganNya,
Amin ya Rabb...

Dakwah adalah kewajiban bagi seluruh kaum muslimin,
Entah, laki-laki atau-pun perempuan.
Namun, orang-orang jaman now, agak-agak gimana gitu dengan kata “dakwah”,
Sehingga hanya mengenal istilah saling menasehati,
Nah, inilah kata lain dari dakwah.
Berbicara tentang pengemban dakwah atau orang yang selalu menasehati, menyeru umat kepada kebajikan (kebaikan), menyuruh kepada yang ma’ruf (segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah), dan mencegah yang mungkar (segala perbuatan yang menjauhkan diri padaNya), (Lihat: TQS. Ali Imran {3}: 104).
Maka ia tidak akan selamanya bisa bertahan tanpa memiliki kedekatan terhadapNya.

Jika kita melihat pada jaman now dan pada jaman doloe ada pengemban dakwah yang;
 Tidak lagi menasehati umat,
 Tidak lagi menyeru kepada yang makruf,
Tidak lagi mengajak pada kebajikan,
Tidak lagi mencegah kemungkaran,

Maka, ia telah tersaring di dalam perjuangannya untuk menegakkan din-Nya.
Lalu apa yang menjadi permasalahan, hingga para pengemban dakwah tidak lagi bertahan dengan perjuanganNya ???
Jawabannya adalah;
1.       Niat.
Melaksanakan berbagai aktifitas hanya karenaNya dan untukNya.
Azamkan jiwa untuk senantiasa melaksanakan semua kewajiban, menjauhi segala laranganNya, dan melaksanakan semua sunnah RasulNya, karena Rasulullah Saw. pernah bersabda di dalam suatu riwayat, artinya: “laksanakanlah ibadah sunnah seakan-akan hukumnya wajib”,

Rasulullah saw. bersabda: artinya:
“Sesungguhnya segala amal tergantung niat”. (HR. MUSLIM)
 
2.       Do’a.
Rasulullah saw. pernah bersabda di dalam suatu riwayat, artinya; “Allah akan memurkai orang yang tidak berdo’a”.

Rasulullah saw. biasa memanjatkan doa:
“ya Allah, bantu agar tubuh ini berdzikir kepada Engkau, bersyukur kepada Engkau, dan bertaqarrub keada Engkau”. (HR. Muslim).

3.       Usaha.
Pada saat kita melangkahkan kaki untuk menjalankan niat kita, maka sebenarnya saat itu juga Allah SWT. telah membantu umat manusia untuk menjalankan semua niatnya.

Jadi, jika pengemban dakwah tidak memiliki 3 poin di atas, maka ia tidak mungkin bisa bertahan di dalam perjuangannya untuk menegakkan Din-Nya di muka bumi ini hingga berpengaruh pada kedekatannya terhadapNya.

Sehingga milikilah 3 poin di atas, agar anda tetap bisa bertahan untuk menjadi mukmin (Lihat; QS. Al Anfal {8}: 2-4), pejuang yang lebih ikhlas, lebih sabar, dan lebih berani yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang soleh-solehah dan atau para ulama sebagaimana firmanNya:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ...
Artinya:
“Sesungguhnya hanyalah para ulama yang memiliki khasyyah (takut) kepada Allah.” (TQS. Fathir: 28).

Ath-Thabari berkata, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah, menjaga diri dari adzab dengan menjalankan ketaatan kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu. Mereka mengetahui bahwa Allah Maha Mampu melakukan segala sesuatu, maka mereka menghindar dari kemaksiatan yang akan menyebabkan murka dan adzab Allah…” (Lihat Tafsir Ath-Thabari QS Fathir; ayat: 28).

Rasulullullah saw. bersabda, artinya:
“...Orang yang berilmu adalah orang yang mengamalkan alquran dan As Sunnah...”.(HR. MUSLIM)

Seorang pengemban dakwah akan terus hidup sampai kapanpun,
Seorang pengemban dakwah akan terus berbicara sampai kapanpun,
Seorang pengemban dakwah akan terus berjalan sampai kapanpun,
Seorang pengemban dakwah akan terus menulis sampai kapanpun,

Pengemban dakwah akan terus berjuang sampai kapanpun,
Pegemban dakwah akan menjadi pejuang sampai kapanpun,
Pengemban dakwah tidak akan pernah mati sampai kapanpun,
Pengemban dakwah akan selalu menerima kebenaran yang datang dari Allah dan RasulNya sampai kapanpun.

Begitu pula dengan keyakinan kita terhadap ideologi/ mabda islam dengan berbagai kisah dan janji Allah dan RasulNya tentang Khilafah di dalam Al quran dan Al hadist.
Allah SWT. berfirman; artinya:
Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja[863]”. (TQS. Al Isra {17}: 76)

[863]. Maksudnya: kalau sampai terjadi Nabi Muhammad s.a.w. diusir, oleh penduduk Mekah, niscaya mereka tidak akan lama hidup di dunia, dan Allah segera akan membinasakan mereka. Hijrah Nabi Muhammad s.a.w. ke Madinah bukan karena pengusiran kaum Quraisy, melainkan semata-mata karena perintah Allah.

Rasulullah Saw. bersabda:
“...tsumma takuunu khilafatan ‘ala min hajinubuwah...”(akan ada khilafah yang mengikuti metode kenabian). (HR. Ahmad)

Sama halnya dengan janji Rasulullah di dalam sabdanya: artinya;
“Salah satu kaum muslimin yang bernama ayub, bertanya kepada Rasulullah; ”Wahai Rasululllah, kota manakah yang terlebih dahulu di taklukkan, apakah Romawi atau Konstantinopel?”, Jawabnya; ”Konstantinopel”...). (HR. MUSLIM)

Maka Sultan Muhammad Al Fatih II, berhasil menaklukkan Konstantinopel bersama pasukannya.  

Inilah bukti kebenaran janji Allah dan RasulNya.

Semoga CafetaIslamRia bermanfaat dan menjadi pintu hidayah agar kita semua tidak tersesat di dalam jalan yang lurus.

Amin ya Rabb...
Wassalam.
Wallahua’lambishawab.

By
NR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Stop Membebek !!! Valentine Day, Bukan Hari Raya Islam & Bukan Pula Budaya Islam

Tanggal 14 Februari merupakan sebuah momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat dunia pada saat ini. Walhasil, tanggal 14 Februar...