Pejuang Sejati: Lebih Ikhlas, Lebih Sabar, dan Lebih Berani
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Saudara/i-ku yag insyaAllah di rahmati Allah SWT, semoga
kita semua senantiasa dalam lindunganNya,
Amin ya Rabb...
Dakwah adalah kewajiban bagi seluruh kaum muslimin,
Entah, laki-laki atau-pun perempuan.
Namun, orang-orang jaman now, agak-agak gimana gitu dengan
kata “dakwah”,
Sehingga hanya mengenal istilah saling menasehati,
Nah, inilah kata lain dari dakwah.
Berbicara tentang pengemban dakwah atau orang yang selalu
menasehati, menyeru umat kepada kebajikan (kebaikan), menyuruh kepada yang
ma’ruf (segala perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah), dan mencegah yang
mungkar (segala perbuatan yang menjauhkan diri padaNya), (Lihat: TQS. Ali Imran
{3}: 104).
Maka ia tidak akan selamanya bisa bertahan tanpa memiliki
kedekatan terhadapNya.
Jika kita melihat pada jaman now dan pada jaman doloe ada
pengemban dakwah yang;
Tidak lagi menasehati
umat,
Tidak lagi menyeru
kepada yang makruf,
Tidak lagi mengajak pada kebajikan,
Tidak lagi mencegah kemungkaran,
Maka, ia telah tersaring di dalam perjuangannya untuk
menegakkan din-Nya.
Lalu apa yang menjadi permasalahan, hingga para pengemban
dakwah tidak lagi bertahan dengan perjuanganNya ???
Jawabannya adalah;
1.
Niat.
Melaksanakan berbagai aktifitas hanya
karenaNya dan untukNya.
Azamkan jiwa untuk senantiasa melaksanakan
semua kewajiban, menjauhi segala laranganNya, dan melaksanakan semua sunnah
RasulNya, karena Rasulullah Saw. pernah bersabda di dalam suatu riwayat,
artinya: “laksanakanlah ibadah sunnah seakan-akan hukumnya wajib”,
Rasulullah saw. bersabda: artinya:
“Sesungguhnya segala amal tergantung niat”.
(HR. MUSLIM)
2.
Do’a.
Rasulullah saw. pernah bersabda di dalam
suatu riwayat, artinya; “Allah akan memurkai orang yang tidak berdo’a”.
Rasulullah saw. biasa memanjatkan doa:
“ya Allah, bantu agar tubuh ini berdzikir
kepada Engkau, bersyukur kepada Engkau, dan bertaqarrub keada Engkau”. (HR.
Muslim).
3.
Usaha.
Pada saat kita melangkahkan kaki untuk
menjalankan niat kita, maka sebenarnya saat itu juga Allah SWT. telah membantu umat
manusia untuk menjalankan semua niatnya.
Jadi, jika pengemban dakwah tidak memiliki 3 poin di atas,
maka ia tidak mungkin bisa bertahan di dalam perjuangannya untuk menegakkan
Din-Nya di muka bumi ini hingga berpengaruh pada kedekatannya terhadapNya.
Sehingga milikilah 3 poin di atas, agar anda tetap bisa
bertahan untuk menjadi mukmin (Lihat; QS. Al Anfal {8}: 2-4), pejuang yang
lebih ikhlas, lebih sabar, dan lebih berani yang hanya dimiliki oleh
orang-orang yang soleh-solehah dan atau para ulama sebagaimana firmanNya:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ
الْعُلَمَاءُ...
Artinya:
“Sesungguhnya hanyalah para ulama yang memiliki khasyyah
(takut) kepada Allah.” (TQS. Fathir: 28).
Ath-Thabari berkata, “Sesungguhnya yang
takut kepada Allah, menjaga diri dari adzab dengan menjalankan ketaatan kepada
Allah hanyalah orang-orang yang berilmu. Mereka mengetahui bahwa Allah Maha
Mampu melakukan segala sesuatu, maka mereka menghindar dari kemaksiatan yang
akan menyebabkan murka dan adzab Allah…” (Lihat Tafsir Ath-Thabari QS Fathir;
ayat: 28).
Rasulullullah saw. bersabda, artinya:
“...Orang yang berilmu adalah orang
yang mengamalkan alquran dan As Sunnah...”.(HR. MUSLIM)
Seorang pengemban dakwah akan terus hidup sampai kapanpun,
Seorang pengemban dakwah akan terus berbicara sampai
kapanpun,
Seorang pengemban dakwah akan terus berjalan sampai
kapanpun,
Seorang pengemban dakwah akan terus menulis sampai kapanpun,
Pengemban dakwah akan terus berjuang sampai kapanpun,
Pegemban dakwah akan menjadi pejuang sampai kapanpun,
Pengemban dakwah tidak akan pernah mati sampai kapanpun,
Pengemban dakwah akan selalu menerima kebenaran yang datang
dari Allah dan RasulNya sampai kapanpun.
Begitu pula dengan keyakinan kita terhadap ideologi/ mabda
islam dengan berbagai kisah dan janji Allah dan RasulNya tentang Khilafah di
dalam Al quran dan Al hadist.
Allah SWT. berfirman; artinya:
“Dan sesungguhnya benar-benar mereka hampir
membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan kalau
terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar
saja[863]”. (TQS. Al Isra {17}: 76)
[863]. Maksudnya: kalau sampai terjadi
Nabi Muhammad s.a.w. diusir, oleh penduduk Mekah, niscaya mereka tidak akan
lama hidup di dunia, dan Allah segera akan membinasakan mereka. Hijrah Nabi
Muhammad s.a.w. ke Madinah bukan karena pengusiran kaum Quraisy, melainkan
semata-mata karena perintah Allah.
Rasulullah Saw. bersabda:
“...tsumma takuunu khilafatan ‘ala min
hajinubuwah...”(akan ada khilafah yang mengikuti metode kenabian). (HR. Ahmad)
Sama halnya dengan janji Rasulullah di dalam sabdanya:
artinya;
“Salah satu kaum muslimin yang bernama ayub, bertanya kepada
Rasulullah; ”Wahai Rasululllah, kota manakah yang terlebih dahulu di taklukkan,
apakah Romawi atau Konstantinopel?”, Jawabnya; ”Konstantinopel”...). (HR. MUSLIM)
Maka Sultan Muhammad Al Fatih II, berhasil menaklukkan
Konstantinopel bersama pasukannya.
Inilah bukti kebenaran janji Allah dan RasulNya.
Semoga CafetaIslamRia bermanfaat dan menjadi pintu hidayah
agar kita semua tidak tersesat di dalam jalan yang lurus.
Amin ya Rabb...
Wassalam.
Wallahua’lambishawab.
By
NR

Tidak ada komentar:
Posting Komentar