Rabu, 17 Januari 2018

***CafetaIslamRia***54***



Sabar; Antara Harapan dan Kenyataan.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Semoga kita semua selalu dalam lindunganNya,
Amin ya Rabb...

Ada  kisah-kisah pada saat di RSU,
Ada beberapa bidan dan pasiaennya, sebelumnya bidan tersebutt sangat sibuk dengan pasiennya yang lain.
Ketika ia sedang menjelaskan berbagai teori medisnya, maka tiba-tiba datanglah seorang pasien  bersama keluarganya,
Keluarganya mendesak pada bidan untuk menyediakannya kamar, akan tetapi pada saat itu tidak ada kamar yang kosong,
Hal ini membuat keluarga pasien menjadi marah dan mengeluarkan celetukan yang membuat salah seorang bidan ingin marah, tapi Alhamdulillahnya bidan tersebut tidak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan oleh keluarga pasien.
Dan redalah keinginan bidan tersebut untuk marah.

Dalam kisah kedua,
Ada pasien yang ingin keluar dari RS, namun salah satu anggota keluarganya tidak setuju, hingga kondisi RSU sangat ricuh.
Laki-laki tersebut tersebut terus memegang tangan pasien yang sedang di infus dan membawanya hingga kelantai ke II, para Anngota keluarga pasien yang lain-pun keluar dari ruangannya masing-masing dan mengerumiti mereka.
Namun pada akhirnya laki-laki tersebut berhasil untuk mengembalikan si pasien keruangannya.

Dalam kisah ketiga,
Ada seorang Pasutri yang sangat ingin memiliki anak,
Mereka  telah bertahun-tahun menikah, akan tetapi belum juga dikaruniai seorang anak.
Ketika-pun istrinya hamil, selalu saja keguguran dan ini terus berulang 2x berturut-turut.
Pada kehamilan ke tiga, Allah SWT. memberikan nikmat yang dan mewujudkan keinginan mereka untuk memiliki seorang anak.
Pasutri tersebut kini telah memiliki seorang putera walaupun memang istrinya harus melakukan operasi untuk dapat melahirkan puteranya, dan ia-pun begitu cepat untuk bisa siuman dan menggerakkan tubuhnya.

Dari kisah-kisah di atas, maka CafetaIslamRia mengambil kesimpulan bahwasanya kesabaran seorang hamba akan membuat Allah SWT. memberikan kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bahkan tidak pernah terbesit didalam pikirannya.
Sebaliknya jika kita tidak bersabar maka kerusakanlah yang terjadi.
Dengan demikian semoga kita semua dapat memiliki sikap sabar hingga kita dapat menikmati kenikmatannya sebagaimana kenikmatan yang di dapatkan oleh orang-orang yag berada di dalam kisah-kisah diatas.  

Begitu pula dengan para ibu dan keluarga yang lain, yang telah kehilangan bayi-bayi dan keluarga mereka.
Allah SWT. berfirman:
.إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ...
artinya:
” Sesungguhnya Allah bersama dengan orang yang sabar”. (TQS. Al Baqarah {2}: 153).
Juga firman Allah:
وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
Artinya: “Allah menyukai orang-orang yang sabar“. (Ali Imran {3}: 146).

Semoga bisa bermanfaat dan menjadi pintu hidayah,
Amin ya Rabb...

Wassalam.
Wallahua’lambishawab.

By
NR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Stop Membebek !!! Valentine Day, Bukan Hari Raya Islam & Bukan Pula Budaya Islam

Tanggal 14 Februari merupakan sebuah momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat dunia pada saat ini. Walhasil, tanggal 14 Februar...