Sabar; Antara Harapan dan Kenyataan.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,
Semoga kita semua selalu dalam lindunganNya,
Amin ya Rabb...
Ada kisah-kisah pada
saat di RSU,
Ada beberapa bidan dan pasiaennya, sebelumnya bidan
tersebutt sangat sibuk dengan pasiennya yang lain.
Ketika ia sedang menjelaskan berbagai teori medisnya, maka
tiba-tiba datanglah seorang pasien
bersama keluarganya,
Keluarganya mendesak pada bidan untuk menyediakannya kamar,
akan tetapi pada saat itu tidak ada kamar yang kosong,
Hal ini membuat keluarga pasien menjadi marah dan
mengeluarkan celetukan yang membuat salah seorang bidan ingin marah, tapi
Alhamdulillahnya bidan tersebut tidak mendengar dengan jelas apa yang dikatakan
oleh keluarga pasien.
Dan redalah keinginan bidan tersebut untuk marah.
Dalam kisah kedua,
Ada pasien yang ingin keluar dari RS, namun salah satu
anggota keluarganya tidak setuju, hingga kondisi RSU sangat ricuh.
Laki-laki tersebut tersebut terus memegang tangan pasien yang
sedang di infus dan membawanya hingga kelantai ke II, para Anngota keluarga
pasien yang lain-pun keluar dari ruangannya masing-masing dan mengerumiti
mereka.
Namun pada akhirnya laki-laki tersebut berhasil untuk
mengembalikan si pasien keruangannya.
Dalam kisah ketiga,
Ada seorang Pasutri yang sangat ingin memiliki anak,
Mereka telah
bertahun-tahun menikah, akan tetapi belum juga dikaruniai seorang anak.
Ketika-pun istrinya hamil, selalu saja keguguran dan ini
terus berulang 2x berturut-turut.
Pada kehamilan ke tiga, Allah SWT. memberikan nikmat yang
dan mewujudkan keinginan mereka untuk memiliki seorang anak.
Pasutri tersebut kini telah memiliki seorang putera walaupun
memang istrinya harus melakukan operasi untuk dapat melahirkan puteranya, dan
ia-pun begitu cepat untuk bisa siuman dan menggerakkan tubuhnya.
Dari kisah-kisah di atas, maka CafetaIslamRia mengambil
kesimpulan bahwasanya kesabaran seorang hamba akan membuat Allah SWT.
memberikan kenikmatan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bahkan tidak
pernah terbesit didalam pikirannya.
Sebaliknya jika kita tidak bersabar maka kerusakanlah yang
terjadi.
Dengan demikian semoga kita semua dapat memiliki sikap sabar
hingga kita dapat menikmati kenikmatannya sebagaimana kenikmatan yang di
dapatkan oleh orang-orang yag berada di dalam kisah-kisah diatas.
Begitu pula dengan para ibu dan keluarga yang lain, yang
telah kehilangan bayi-bayi dan keluarga mereka.
Allah SWT. berfirman:
.إِنَّ
اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ...
artinya:
” Sesungguhnya Allah bersama dengan orang yang sabar”. (TQS. Al Baqarah {2}:
153).Juga firman Allah:
وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
Artinya:
“Allah menyukai orang-orang yang sabar“. (Ali Imran {3}: 146).
Semoga bisa bermanfaat dan menjadi pintu hidayah,
Amin ya Rabb...
Wassalam.
Wallahua’lambishawab.
By
NR

Tidak ada komentar:
Posting Komentar