Kamis, 14 Desember 2017

***CafetaIslamRia***44***

Stress: Bisikan di dalam tubuh manusia 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,,,

Dalam zaman modern saat ini,
Bahkan ada yang mengatakan saat ini adalah era globalisasi,
Sebagian orang mungkin bisa hidup tenang dengan tidak adanya bisikan yang ia dengar lewat kupingnya,
Tapi sebagian orang juga tidak bisa hidup dengan tenang karena mendengar berbagai bisikan lewat telinganya,
Hingga ia tidak sanggup untuk menahan semuanya yang menyebabkan ia hilang kendali/kontrol dan mengatakan sesuatu hal yang tidak harus ia katakan,
Dan disebutlah/ di just-lah ia sebagai orang yang stress.

Ukhtyfillahrahimakumullah,,,
Pernahkah kita mencari tahu dan memberitahukan kepada Sang Khaliq yang telah menciptakan manusia, alam semesta, dan kehidupan tentang apa yang kita alami ?
Jika memang belum/tidak maka sangat wajar jika Allah SWT. belum/tidak memberikan petunjuk kepadanya.
Namun, jika ia sudah memberitahukan kepada Allah SWT. maka pastinya Allah SWT. akan membantunya untuk menemukan solusi atas permasalahan yang di alaminya, yaitu dengan menggerakkan jiwa-jiwa untuk membantunya menemukan berbagai petunjuk  tentang permasalahannya.

Ukhtyfillahrahimakumullah,,,
Jika kita mendalami dan mengkaji atau membaca buku  bisikan di dalam jiwa manusia maka di dalam buku “Percikan Cahaya Illahi Petuah-Petuah Syaikh ‘Abdul Qadir Jailani, terbitan Pustaka Hidayah”, maka kita akan mendapati bab tentang “Bisikan di Dalam Diri Manusia”, pada hal. 372. Yang mengatakan bahwa terdapat beberapa bisikan di dalam jiwa manusia yaitu; bisikan setan, tabiat, hawa nafsu, dunia, akhirat, malaikat, jiwa, hati, dan Allah.

Dunia, akhirat, malaikat, jiwa, hati, dan Allah dapat memberikan bisikan kedalam hati.
Seseorang yang tidak menerapkan semua aturanNya dan Sunnah RasulNya padahal ia tahu dan memberitahukannya kepada orang lain maka ia disebut sebagai munafik, pastinya orang tersebut juga tidak memiliki niat untuk mendapatkan hidayahNya atau tidak mau menerapkan semua aturan-aturan Allah SWT. dan sunnah RasulNya hingga lisannya berani untuk  mengatakan jangan mencampur-adukan antara kehidupan dan agama, bahkan mentah-mentah menentang hukum-hukum Allah dan RasulNya.

Atau ada yang mengatakan jangan semata-mata hanya mengurus agama atau al quran saja sementara yang lain tidak karena tidak mungkin semua aturan agama bisa diterapkan di dalam kehidupan, maka secara langsung ia telah menentang surah Al baqarah: 208, artinya: “...masuklah Islam secara menyeluruh”. dan Sabda Rasulullah Saw. artinya: “...akan ada khilafah yang mengikuti metode kenabian...”. (HR. Ahmad) , karena penolakkannya terhadap kembali tegaknya khilafah.  

Padahal Allah SWT. telah nyata mengatakan: barang siapa menentang Allah dan RasulNya maka ia pasti mendapatkan azab, karena Allah dan RasulNya tidak pernah ingkar terhadap janji (Lihat; Q.s. At Taubah: 63, QS. Ar Ra’du: 31, https://ummammara.wordpress.com/2012/08/01/janji-allah/).

Sama halnya dengan orang yang tidak melaksanakan kewajiban-kewajibannya terhadap Allah SWT. seperti : melaksanakan sholat 5 waktu dalam sehari, puasa ramadhan, mengenakan jilbab dan kerudung (gamis yang tidak sempit sampai lekuk-lekuk badannya terlihat: Lihat, Q.S. Al Ahzab: 59 dan An Nur:31) ketika keluar rumah/ berhadapan dengan yang bukan muhrim, membaca (terlebih lagi membaca al quran), melayani suami/istri/mengurusanak/URT, memperjuangkan Islam (termasuk memperjuangkan tegaknya khilafah karena ia terdapat di dalam HR. Ahmad:  “ ...akan ada khilafah yang mengikuti manhaj kenabian”. hadist ini tidaklah berbeda dengan HR.MUSLIM tentang “Barang siapa yang menaklukkan Konstantinopel maka ia adalah panglima terbaik dan pasukan terbaik ”, dan HR. MUSLIM tentang “...ya Rasulullullah, kota manakah yang terlebih dahulu ditaklukkan, apakah Konstatinopel atau Romawi? maka Rasululullah Saw. menjawab; Kontantinopel”. Hingga pada faktanya Sultan Muhammad Al Fatih dan pasukan kaum muslim berhasil menaklukkan Konstantinopel) dan berbagai kewajiban lainnya.

Namun, jika seseorang tersebut melaksanakan semua aturan-aturanNya dan Sunnah RasulNya maka ia bukanlah seorang munafik.

Ukhtyfillahrahimakumullah...
Dari penjelasan di atas, dapat di ambil kesimpulan bahwa cukup dengan menjalankan semua aturan-aturanNya dan sunnah RasulNya maka bisikan-bisikan di dalam diri manusia dapat di atasi dan bisa mengontrol jiwa kita.

Rasulullah  Saw. bersabda:
“Allah menurunkan segala macam penyakit beserta obatnya”. (HR. Bukhari)

Semoga kita bisa melaksanakan berbagai kewajiban-kewajiban dariNya dan sunnah-sunnah RasulNya, seperti sholat tahajjud, sholat duha, dzikir, dll
Semoga Allah SWT. senantiasa mengistiqamahkan, melindungi dan memberikan petunjukNya,
Semoga Allah SWT. menjadikan cafetaIslamRia sebagai pintu hidayah bagi kita semua.
Amin ya Rabb...

Wassalam
Wallahua’lambishawab.

By
NR

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Stop Membebek !!! Valentine Day, Bukan Hari Raya Islam & Bukan Pula Budaya Islam

Tanggal 14 Februari merupakan sebuah momen yang sangat dinantikan oleh masyarakat dunia pada saat ini. Walhasil, tanggal 14 Februar...