Stress: Bisikan di dalam tubuh manusia
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,,,
Dalam zaman modern saat ini,
Bahkan ada yang mengatakan saat ini adalah era globalisasi,
Sebagian orang mungkin bisa hidup tenang dengan tidak adanya
bisikan yang ia dengar lewat kupingnya,
Tapi sebagian orang juga tidak bisa hidup dengan tenang
karena mendengar berbagai bisikan lewat telinganya,
Hingga ia tidak sanggup untuk menahan semuanya yang
menyebabkan ia hilang kendali/kontrol dan mengatakan sesuatu hal yang tidak
harus ia katakan,
Dan disebutlah/ di just-lah ia sebagai orang yang stress.
Ukhtyfillahrahimakumullah,,,
Pernahkah kita mencari tahu dan memberitahukan kepada Sang
Khaliq yang telah menciptakan manusia, alam semesta, dan kehidupan tentang apa
yang kita alami ?
Jika memang belum/tidak maka sangat wajar jika Allah SWT.
belum/tidak memberikan petunjuk kepadanya.
Namun, jika ia sudah memberitahukan kepada Allah SWT. maka
pastinya Allah SWT. akan membantunya untuk menemukan solusi atas permasalahan
yang di alaminya, yaitu dengan menggerakkan jiwa-jiwa untuk membantunya
menemukan berbagai petunjuk tentang
permasalahannya.
Ukhtyfillahrahimakumullah,,,
Jika kita mendalami dan mengkaji atau membaca buku bisikan di dalam jiwa manusia maka di dalam
buku “Percikan Cahaya Illahi Petuah-Petuah Syaikh ‘Abdul Qadir Jailani, terbitan
Pustaka Hidayah”, maka kita
akan mendapati bab tentang “Bisikan di Dalam Diri Manusia”, pada hal. 372. Yang
mengatakan bahwa terdapat beberapa bisikan di dalam jiwa manusia yaitu; bisikan
setan, tabiat, hawa nafsu, dunia, akhirat, malaikat, jiwa, hati, dan Allah.
Dunia, akhirat,
malaikat, jiwa, hati, dan Allah dapat memberikan bisikan kedalam hati.
Seseorang
yang tidak menerapkan semua aturanNya dan Sunnah RasulNya padahal ia tahu dan
memberitahukannya kepada orang lain maka ia disebut sebagai munafik, pastinya orang
tersebut juga tidak memiliki niat untuk mendapatkan hidayahNya atau tidak mau
menerapkan semua aturan-aturan Allah SWT. dan sunnah RasulNya hingga lisannya
berani untuk mengatakan jangan
mencampur-adukan antara kehidupan dan agama, bahkan mentah-mentah menentang hukum-hukum
Allah dan RasulNya.
Atau ada
yang mengatakan jangan semata-mata hanya mengurus agama atau al quran saja
sementara yang lain tidak karena tidak mungkin semua aturan agama bisa
diterapkan di dalam kehidupan, maka secara langsung ia telah menentang surah Al
baqarah: 208, artinya: “...masuklah Islam secara menyeluruh”. dan Sabda
Rasulullah Saw. artinya: “...akan ada khilafah yang mengikuti metode
kenabian...”. (HR. Ahmad) , karena penolakkannya terhadap kembali tegaknya
khilafah.
Padahal
Allah SWT. telah nyata mengatakan: barang siapa menentang Allah dan RasulNya
maka ia pasti mendapatkan
azab, karena Allah dan RasulNya tidak pernah ingkar terhadap janji (Lihat; Q.s.
At Taubah: 63, QS. Ar Ra’du: 31, https://ummammara.wordpress.com/2012/08/01/janji-allah/).
Sama halnya
dengan orang yang tidak melaksanakan kewajiban-kewajibannya terhadap Allah SWT.
seperti : melaksanakan sholat 5 waktu dalam sehari, puasa ramadhan, mengenakan
jilbab dan kerudung (gamis yang tidak sempit sampai lekuk-lekuk badannya
terlihat: Lihat, Q.S. Al Ahzab: 59 dan An Nur:31) ketika keluar rumah/
berhadapan dengan yang bukan muhrim, membaca (terlebih lagi membaca al quran),
melayani suami/istri/mengurusanak/URT, memperjuangkan Islam (termasuk
memperjuangkan tegaknya khilafah karena ia terdapat di dalam HR. Ahmad: “ ...akan ada khilafah yang mengikuti manhaj
kenabian”. hadist ini tidaklah berbeda dengan HR.MUSLIM tentang “Barang siapa
yang menaklukkan Konstantinopel maka ia adalah panglima terbaik dan pasukan
terbaik ”, dan HR. MUSLIM tentang “...ya Rasulullullah, kota manakah yang
terlebih dahulu ditaklukkan, apakah Konstatinopel atau Romawi? maka
Rasululullah Saw. menjawab; Kontantinopel”. Hingga pada faktanya Sultan
Muhammad Al Fatih dan pasukan kaum muslim berhasil menaklukkan Konstantinopel) dan
berbagai kewajiban lainnya.
Namun, jika
seseorang tersebut melaksanakan semua aturan-aturanNya dan Sunnah RasulNya maka
ia bukanlah seorang munafik.
Ukhtyfillahrahimakumullah...
Dari
penjelasan di atas, dapat di ambil kesimpulan bahwa cukup dengan menjalankan
semua aturan-aturanNya dan sunnah RasulNya maka bisikan-bisikan di dalam diri manusia
dapat di atasi dan bisa mengontrol jiwa kita.
Rasulullah Saw. bersabda:
“Allah
menurunkan segala macam penyakit beserta obatnya”. (HR. Bukhari)
Semoga kita
bisa melaksanakan berbagai kewajiban-kewajiban dariNya dan sunnah-sunnah
RasulNya, seperti sholat tahajjud, sholat duha, dzikir, dll
Semoga Allah
SWT. senantiasa mengistiqamahkan, melindungi dan memberikan petunjukNya,
Semoga Allah
SWT. menjadikan cafetaIslamRia sebagai pintu hidayah bagi kita semua.
Amin ya
Rabb...
Wassalam
Wallahua’lambishawab.
By
NR

Tidak ada komentar:
Posting Komentar