Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh,,,^_^
“Saya jilbab¹-pin dulu hati saya ah,,,baru pake jilbab
untuk tubuh saya,,,”.
“Soalnya ada juga orang yang sudah pake jilbab tapi gosip²
sana-sini,,,cari perhatiaannya minta ampun, sama laki-laki³,,,ngomong
semaunya,,,tidak ada sopan-sopannya4,,,!”.
Ada yang mengatakan seperti ini tidak ya,,,?
Wah,,,kayaknya banyak yah,,,atau mungkin sedikit kali
ye,,,?
Aduh,,,kalau seandainya kita jilbab-pin dulu hati
sementara kita sudah membaca, mendengar, melihat5 atau mengetahui
terlebih dahulu bahwa memakai jilbab itu hukumnya wajib alias sama dengan
melaksanakan sholat lima waktu sehari, terus kita tidak melaksanakannya,,,
Ukhti,,,detik-perdetik,,,langkah kaki ini berada di atas
tanahnya,,,
Setiap kali kaki ini keluar dari rumah dengan tidak
mengenakan jilbab maka dosa itu selalu melekat didalam tubuh kita,,,
Belum lagi dapat dosa karena gosip,,,ngomongin orang
kesana kemari,,,ngomong semaunya,,,tidak ada sopan-sopannya,,,eh ternyata
nih,,,juga pacaran,,,!
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un6,,,
Bisa tidak ye,,,kita bayangin,,,seberapa besar dan banyak
dosanya,,,???
Karena rambut yang satu lembar atau yang sehelai saja
kalo terlihat7,,,
waduh,,,ternyata,,,dia ini seperti api neraka,,,!
Bayangkan ukhti,,,bagaimana api neraka itu,,,?
Matahari saja ,,,itu seperti percikan dari kayu bakar api
neraka,,,!
apa lagi apinya yang di neraka,,,!
weleh,,,weleh,,,sungguh sudah tidak bisa di bayangkan,,,!
belum lagi panasnya yang sampai membuat orang atau
manusia tidak bersisa,,,!
Sungguh sangat menyeramkan,,,ihhhh,,,takut ukhti,,,
Astagfirullahal’adzim,,,3x
Semoga bermanfaat dan menjadi pintu hidayah,,,
Amin ya Rabb,,,
^_^
By
NR
NB:
1. Jilbab
ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.
(Lihat; quran surah Al Ahzab (33): 59)
- Etika berpakaian
- Menutup aurat dengan pakaian: 7:26
- Pakaian wanita
- Wanita memanjangkan bajunya: 24:31, 33:59
- Tabarruj (menampakkan kecantikan dan perhiasan)
- Wanita yang keluar rumah dengan perhiasannya: 24:60
- Menampakkan perhiasan di depan muhrim: 24:31, 33:55
- Hijab: 24:31, 24:60, 33:53, 33:55, 33:59
- Menutup muka wanita: 24:31
- Keringanan hijab terhadap orang tua: 24:60
- Perhiasan pada pakaian wanita: 24:31
2. Allah
SWT berfirman: Artinya:
“Hai orang-orang yang
beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari
purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah
menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan
daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.
Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha
Penyayang”. (TQS.
Al Hujurat: 12)
3. Allah SWT.
berfirman: Artinya:
“ Katakanlah kepada wanita yang beriman:
"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah
mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan
hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan
perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami
mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau
saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka,
atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau
budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak
mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti
tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui
perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah,
hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”.
( Lihat; Q.S. An Nur: 31).
4. Allah SWT.
berfirman: Artinya:
“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani
Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah
kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta
ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan
tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian
kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling”. (Lihat; Q.S. Al Baqarah: 83)
- Akhlaq mulia
- Ihsan: 2:83, 2:112, 2:177, 2:195, 2:229, 3:134, 3:148, 3:172, 4:125, 4:128, 5:85, 5:93, 7:56, 7:161, 9:91, 9:100, 9:120, 10:26, 11:115, 12:22, 12:78, 12:90, 16:30, 16:90, 16:128, 17:7, 22:37, 28:14, 28:77, 29:69, 31:3, 31:22, 37:80, 37:105, 37:110, 37:121, 37:131, 39:10, 39:34, 46:12, 51:16, 53:31, 55:60, 77:44
5. Allah SWT.
berfirman: Artinya:
”Berkatalah ia:
"Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku
dahulunya adalah seorang yang melihat?. Allah berfirman: "Demikianlah,
telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula)
pada hari ini kamupun dilupakan." (Lihat; Q.S. Thaaha: 125-126)
6. Allah SWT.
berfirman: Artinya:
“(yaitu) orang-orang
yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa
ilaihi raaji'uun".[101] (Lihat; Q.S. Al Baqarah: 156)
[101]. Artinya:
Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali. Kalimat
ini dinamakan kalimat istirjaa (pernyataan kembali kepada Allah).
Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar