Pernah membaca, mendengar atau pernah melihat quran surah Al
Anfal: 13, Thaahaa: 124, dan Al Baqarah
ayat 14 dan 15 dan sterusnya...?
Surah dan ayat di atas kalo kita hayati, atau sedikit kita
berpikir,,,
Kayaknya sangat seram,,,
Mereka tidak pernah membuka lagi memori di dalam otaknya,,,
Sejatinya,,,apa yang mereka lakukan selama hidupnya,,,tidak
pernah di ingat atau bahasa untuk orang2 yang berpendidikan atau berilmu
muhasabah,,,
Kalau di indonesiakan muhasabah artinya introspeksi,,,
Bayangkan,,,ternyata orang munafiq tidak sadar kalo mereka
sedang di azab,,,
Ukhti,,,atau saudariku,,,kalau kita sudah bisa
berinstropeksi atau bermuhasabah pada diri kita,,,insyaallah,,,kita akan bisa
mengingat apa yang terjadi pada masa lalu,,,
Entah pada diri kita sendiri atau pada diri orang lain,,,
Apalagi ketika memiliki niat untuk mau sadar bahwa tubuh ini
adalah sebagai ciptaan,,,
Ukhti,,,atau saudariku,,,kalau kita berbicara tentang
ciptaan berarti kita akan berpikir tentang siapa yang menciptakan kita,,,
Sesuatu hal yang tidak mungkin terjadi bahwa tubuh ini ada
dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakannya,,,
Sehingga dilakukanlah proses berpikir,,,
Proses berpikir tentunya tidak secara dangkal/ paling rendah
dan secara mendalam saja/ hanya sekedar menganalisa hingga akhirnya mengambil/
menghasilkan kesimpulan yang salah,,,
Akan tetapi harus melakukan proses berpikir secara
cemerlang,,, sehingga akan menghasilkan kesimpulan yang benar,,,
Nah,,,bagaimana cara melakukan proses berpikir yang
cemerlang,,,,?
Yang pertama:
Ukhti,,,atau saudariku ketika kita ingin mendapatkan
kesimpulan yang benar/ sahih (b. Arab...siapa tahu,,,besok2 kita bisa b. Arab yang
banyak,,,) maka kita harus punya keinginan bahwa kesimpulan kita adalah yang
paling benar,,,
Yang kedua:
Harus ada indera yaitu mata, telinga, lidah, hidung, tangan
atau anggota tubuh yang lain yang bisa meraba,,,
Harus ada otak,,,
Harus ada maklumat tsabiqoh atau informasi sebelumnya,,,atau
fakta sebelumnya dan fakta sesudahnya,,,setidaknya fakta ini ada 3 dari
berbagai sumber,,,
Maka,,jika kita sudah memiliki kedua hal di atas,,,maka kita
akan bisa melakukan proses berpikir secara mendalam,,,
Contohnya: tubuh ini,,,tidak mungkin ada dengan
sendirinya,,,
Ternyata,,,ia awalnya keluar dari rahim seorang perempuan
yang pastinya sudah melakukan perkawinan kecuali ibu maryam yakni ibu nabi isa
as.,,,
Kalo dikaji lebih dalam lagi,,,ia ternyata tidak cukup hanya
sekedar melakukan hubungan perkawinan,,,
Coba kita lihat disekitar kita,,,banya,,,,,,k sekali orang
yang sudah menikah tapi ternyata ada juga yang tidak punya anak,,,padahal sudah
melakukan hubungan perkawinan,,,
Ternyata,,,setelah di analisa,,,sel telurnya tidak
berbuah,,,hingga akhirnya tidak ada perjuangan dari para sel untuk menembus ovum,,,atau
tidak ada kisah, sel yang memenangkan perjuangan dari beribu sel lainnya untuk
menembus ovum,,,
Nah,,,kalo kita buka al quran,,,ternyata,,, didalam Q.S. Yaaaaasin:
82, mengatakan: ”Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu
hanyalah berkata kepadanya, “jadilah”! Maka terjadilah ia”
Ukhti,,,atau saudariku,,,kalau
kita sedikit saja berpikir tentang kalimat didalam surah Yaaaaasin: 82 di atas,
maka berarti ada yang menciptakan tubuh ini,,,yakni “Nya dan Dia”, yang tiada
lain adalah Sang Khaliq Allah Azza Wa Jalla yang tidak berawal dan berakhir,,,,
Dan kalau kita melihat ayat
sebelumnya terkait proses penciptaan manusia yakni ayat 77, mengatakan: “dDan
apakah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani),
maka ia tiba-tiba menjadi penantang yang nyata !”
Maka kata “Kami menciptakannya”
artinya tiada lain adalah Allah SWT. bukan yang lain,,,!
yang hingga akhirnya sebagian
telah murtad alias keluar dari agama Islam karena salah mengartikan kata “Kami”
didalam ayat di atas,,,
Mereka mengartikan bahwa Allah/ Tuhan
itu banyak seperti banyaknya Tuhan para nasrani dan yahudi, yang menyebutkannya
sebagai dewa2 dan dewi2 yang menjelma sebagai manusia dan melakukan perkawinan
dengan manusia di bumi atau di dunia,,,,
Hingga akhirnya mereka memiliki
anak2 di bumi atau di dunia,,,
Ukhti,,,atau saudariku,,,dari
ayat2 di atas dapat di kesimpulan bahwasanya di balik alam semesta, manusia,
dan kehidupan terdapat Sang Pencipta Yakni Allah Azza Wa Jalla,,,,
Inilah yang disebut dengan proses
pemikiran yang cemerlang,,,
ukhti,,,atau saudariku,,,kembali pada firman atau wahyu
Allah SWT di dalam surah Al Anfal: 13,
artinya:
“...Barangsiapa
menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya.”
Dan didalam firman atau wahyu Allah SWT di dalam quran surah
Al Baqarah: 15-17, artinya:
“Allah akan (membalas) olok-olokan mereka
dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. Mereka itulah
orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung
perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. Perumpamaan mereka
adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi
sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan
mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat”.
Allah SWT. juga berfirman di dalam Q.S. Thaahaa: 124,
artinya:
“Dan barangsiapa berpaling dari
peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan
menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.
Nah...inilah balasan bagi orang-orang yang mengolok2
Rasulullah, kaum muslimin yang sedang berdakwah terlebih Allah SWT, dan orang2
yang menentang Allah dan RasulNya, serta yang tidak mengindahkan petunjuk atauu
kebenaran yang datang dari Allah dan RasulNya,,,
Ukhti,,,atau saudariku,,,semoga ini bisa bermanfaat dan
menjadi pintu hidayah,,,
Amin Ya Rabb,,,
^_^
By
NR
Tidak ada komentar:
Posting Komentar