Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakaatuh,,,
Semoga
semuanya selalu dalam lindunganNya,
Sekarang
sudah masuk tahun baru masehi, pasti banyak yang ngerayain untuk
penyambutannya,
Tapi sebelum
kita merayakan tahun baru masehi,
Maka akan
sangat bagus jika kita mengetahui terlebih dahulu bagaimana sih aktifitas dan
berbagai perlengkapan dan atau peralatan yang digunakan didalam merayakan tahun
baru masehi ?
Nah untuk
hal ini, CafetaIslamRia membaca sedikit tulisan tentang peralatan yang
digunakan pada tahun baru masehi di https://www.facebook.com/ummu.mumtaz.7140/posts/157436068363936?notif_id=1514878743172734¬if_t=nf_share_story&ref=notif
Disana, ada
hadist Rasulullah yang berbunyi: artinya:
“Dari Abu
‘Umair bin Anas dari bibinya yang termasuk shahabiyah anshor, “Nabi memikirkan
bagaimana cara mengumpulkan orang untuk shalat berjamaah. Ada beberapa orang
yang memberikan usulan. Yang pertama mengatakan, ‘Kibarkanlah bendera ketika
waktu shalat tiba. Jika orang-orang melihat ada bendera yang berkibar maka
mereka akan saling memberi tahukan tibanya waktu shalat. Namun Nabi tidak
menyetujuinya. Orang kedua mengusulkan agar memakai terompet. Nabipun tidak
setuju, beliau bersabda, ‘Membunyikan terompet adalah perilaku orang-orang
Yahudi.’ Orang ketiga mengusulkan agar memakai lonceng. Nabi berkomentar, ‘Itu
adalah perilaku Nasrani.’ Setelah kejadian tersebut, Abdullah bin Zaid bin Abdi
Rabbihi pulang dalam kondisi memikirkan agar yang dipikirkan Nabi. Dalam
tidurnya, beliau diajari cara beradzan.” (HR. Abu Daud, shahih)” .
Dan juga
Tahun baru Islam ada pada bulan2 sebelumnya.
Dari hadist dan
keterangan di atas maka CafetaIslamRia mengambil suatu hukum dengan melihat
adanya terompet dan kebiasaan atau berbagai aktifitas yang campur baur antara
laki-laki dan perempuan yang berasal dari Yahudi/ nasrani maka hukum merayakan
tahun baru masehi adalah haram.
Sehingga
tidak dibolehkan bagi kaum muslimin untuk merayakannya.
Semoga
CafetaIslamRia bermanfaat dan menjadi
pintu hidayah hingga kita tidak tersesat di dalam jalan yang lurus.
Semoga Allah
senantiasa meng-istiqamahkan dan membuat kita
memiliki kepribadian islam yakni memiliki pola pikir dan pola sikap yang
islam.
Amin ya
Rabb...
Wassalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakaatuh,
Wallahua’lambishawab.
By
NR

Tidak ada komentar:
Posting Komentar