Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh...
Para umahat dan ukhtyfillahrahimakumullah...
Alhamdulillah CafetaIslamRia pada edisi ini, membahas khusus
untuk para umahat,,,
Mudah-mudahan bisa bermanfaat dan bisa di ambil ibrahnya...
Amin ya Rabb...
Ada suatu kisah pada masa Rasullah Saw. dimana pada saat itu
Fatimah ra. ingin membeli budak agar bisa meringankan pekerjaan rumah tangganya.
Namun, sebelumnya beliau yakni Fatimah ra. mengkonsultasikannya terlebih dahulu
kepada ayahnya yakni nabi Muhammad Saw.
Kebetulan, sang
ayah mendapatkan seorang budak perempuan. Fatimah berpesan pada Aisyah RA
tentang keinginannya mendapatkan pembantu di rumahnya. Aisyah RA pun
menyampaikannya.
Namun bagaimana jawaban Rasulullah? Beliau mendatangi
putrinya, dan berkata dengan perasaan haru. “Maukah kalian kuberi tahu sesuatu
yang lebih baik dari yang kamu minta? Bila hendak naik pembaringan, maka bertakbirlah
33 kali, bertasbihlah 33 kali, dan bertahmidlah 33 kali. semuanya itu lebih baik
daripada seorang pembantu.”
(HR. MUSLIM)
Dari hadist dan atau kisah di atas, maka kita dapat
mengambil kesimpulan bahwasanya
pekerjaan RT lebih baik dikerjakan sendiri oleh ibu RT dan atau di bantu oleh
suami-nya sendiri, karena Rasulullah Saw. pernah membantu Aisyah ra. dalam
urusan rumah tangganya. Berikut kisahnya:
Hari itu, Rasulullah sedang menemui sejumlah tamu
yang tidak lain adalah para sahabat beliau. Tiba-tiba terdengar suara piring
pecah. Ternyata Aisyah baru saja memukul piring berisi makanan yang dibawa oleh
pembantu Zainab untuk disuguhkan kepada Rasulullah. Piring itu pecah dan
makanannya pun jatuh.
Menyaksikan insiden tersebut Rasulullah tidak
marah. Beliau tidak merasa harga dirinya turun. Beliau tidak merasa
kehormatannya dipermalukan. Beliau tidak merasa khawatir disebut sebagai suami
yang tidak mampu mendidik istrinya untuk mengendalikan emosi. Sama sekali
tidak.
Rasulullah mendekati mereka dengan tenang,
seperti tak terjadi apa-apa. Lalu beliau memunguti makanan dari kurma tersebut
dan meletakkannya di sisa-sisa piring, kemudian membawanya ke majelisnya semula
untuk dimakan bersama para tamu.
Sumber: (http://keluargacinta.com/ini-yang-dilakukan-rasulullah-ketika-aisyah-memecahkan-piring-di-depan-tamu/)
Aisyah ra berkata; Rasulullah saw selalu membantu
pekerjaan rumah tangganya. Dan bila tiba waktu shalat beliau pergi untuk shalat.`
(HR Bukhari dan Tirmidzi).
Para umahat, ukhtyfillah rahimakumullah, dan pembaca
CafetaIslamRia yang insyaAllah dirahmati Allah SWT...
Pernahkah kita sadari bahwa ketika ada yang membantu kita terkait
urusan RT (mencuci baju, memasak, mengurus keuangan, mengurus anak-anaknya,
mengurus suaminya, bersih-bersih rumah, dll...), entah ibu kita, ayah saudari/ra,
atau mungkin ada pembantu RT maka rasa sayang, cinta, dan rindu para umahat,
suami, dan anak-anak akan terbagi dengan orang-orang yang telah membantu URT
kita.
Maka benarlah, apa yang dikatakan oleh Rasulullah Saw. kepada anaknya
Fatimah ra. . “Maukah
kalian kuberi tahu sesuatu yang lebih baik dari yang kamu minta? Bila hendak
naik pembaringan, maka bertakbirlah 33 kali, bertasbihlah 33 kali, dan
bertahmidlah 33 kali. semuanya itu lebih baik daripada seorang pembantu.”
(HR. MUSLIM)
Karena itulah yang terbaik bagi para umahat dan atau
keluarga kita.
Bagi para orang tua dan para saudari/ra yang tinggal bersama
anak/ saudari/ri yang sudah berkeluarga maka berikanlah yang terbaik kepada
mereka dengan tidak ikut campur didalam
masalah RTnya.
Biarkanlah beliau-beliaunya mencuci baju, memasak, mengurus
keuangan, mengurus anak-anaknya, mengurus suaminya/ istrinya, mengurus rumah
dengan sendiri.
Yah,,,biarkanlah bagi yang diluarnya hanya membantu se-ala
kadarnya dengan niat karena Allah SWT. dan untuk Allah SWT. tanpa memiliki rasa niat sedikit-pun didalam hati
untuk mengambil hak dan kewajiban dari seorang istri dan suami serta anak. Karena
itulah yang terbaik bagi mereka.
Dengan demikian, ketika keluarga tersebut dilanda suatu
permasalahan maka ia tidak akan keluar dari keluarga atau rumah tersebut, artinya: istrinya adalah istri suaminya
begitu pula sebaliknya, anaknya adalah anak ibu dan bapaknya.
Mereka akan menjadi satu keluarga yang utuh, yang tidak akan
dapat diguncangkan oleh apapun. Mereka akan menjadi keluarga yang sakinah,
mawadah, dan warahmah.
Para umahat, ukthtifillahrahimakumullah, dan para pembaca
yang insyaAllah dirahmati Allah SWT...
semoga kita dapat mewujudkan RT yang sakinah, mawadah, dan
warahmah sebagaimana yang tergambarkan di dalam penjelasan di atas...
Semoga bagi yang belum menikah mendapatkan laki-laki yang
saleh yang membawanya ke dalam jannahNya...
Semoga CafetaIslamRia dapat bermanfaat dan menjadi pintu hidayah...
Amin ya Rabb...
Wassalam.
Wallahua’lam bishawab
By
NR

Tidak ada komentar:
Posting Komentar